Oleh: purasetia | Februari 20, 2008

sehatnya olahraga coy……………???

Rajin olah raga, sehat di masa tua

Written by Irfan Arief
Monday, 04 February 2008
Menjadi tua adalah suatu hal yang tak terhindarkan. Tetapi menjadi tua tidak selalu identik dengan tubuh yang renta. Olah raga rutin dapat membantu Anda menghadapi hari tua dengan baik, dalam arti dapat tetap beraktivitas.

Banyak orang cenderung hanya memperhatikan asupan makanan yang bergizi dan bervitamin namun lupa untuk berolahraga secara teratur. Padahal olah raga merupakan obat mujarab lain untuk mengerem laju proses penuaan.

Hasil studi memperlihatkan olah raga dapat melindungi jantung dan tulang, memperbaiki perasaan, istirahat, dan ingatan; mengurangi risiko kanker payudara dan usus besar; mengurangi risiko kematian prematur; dan benar-benar memperpanjang hidup kita. Tak peduli memulainya terlambat. Masih ada keuntungan yang bisa diperoleh.

Ralph Paffenbarger dari Universitas Stanford pada 1986 menunjukkan hubungan langsung dan proporsional antara jumlah kalori yang dibakar per minggu dengan laju kematian.

Kesimpulannya, semakin banyak kalori yang dibakar, semakin rendah laju kematiannya. Sebagai contoh, mereka yang membakar 2.000 kalori per minggu-dapat disetarakan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 32 km. Ini bisa menghemat setengah tahun laju kematiannya dibandingkan dengan mereka yang hanya duduk-duduk saja.

Paffenberg menekankan untuk dua jam olah raga, Anda telah menambah umur satu tahun dalam hidup.

Beberapa studi lain menunjukkan latihan aerobik memperkuat hati, paru-paru, dan otak. Hasil tim peneliti dari Tuft University membuktikan bahwa ternyata angkat besi menghasilkan keuntungan yang tidak boleh diabaikan.

Miriam Nelson, PhD., menemukan bahwa latihan olah raga dua kali seminggu dapat menolong para wanita yang sudah dalam menopause memperoleh kekuatan, menghilangkan lemak, melangsingkan tubuh, dan memperkuat tulang, selain memperbaiki keseimbangan dan koordinasi.

Selain meningkatkan massa otot, ion besi dalam tubuh ternyata dipompa dengan olah raga angkat berat itu. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh pun meningkat.

Bukan itu saja peneliti dari Acadia University di Nova Scotia, Kanada, menemukan bukti lain bahwa dari 34 peserta yang menjalani uji coba selama sebelas bulan ditemukan peningkatan jumlah sel-sel kekebalan dalam tubuh mereka. Akibatnya, tubuh mereka sanggup menghadapi dinginnya musim salju. Mereka juga tidak pernah sakit.

Alasannya ternyata para peserta uji coba itu ternyata telah menjalani pelatihan peregangan dan angkat barbel selama 30 menit sebanyak tiga kali sehari.

Bukti itu sama saja untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh tidak hanya dengan latihan aerobik, jogging dan bersepeda.

Dengan banyaknya penelitian tersebut tidak diragukan lagi bahwa olah raga merupakan satu cara mencegah atau menunda penyakit yang dihubungkan dengan faktor usia seperti penyakit jantung, kanker dan Alzheimer.

Bahkan menurut hasil penelitian Robert Marcus, guru besar dan direktur dari penelitian mengenai penuaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford menemukan bahwa olah raga jalan dianjurkan pada para lanjut usia untuk membantu pengobatan osteoporosis.

Vitamin E

Jika mengikuti teori penuaan yang dikembangkan oleh Denham Harman dari University of Nebraska Medical Center di Omaha, AS, dikatakan bahwa tubuh mengalami penuaan karena serangan oksidasi dari zat-zat perusak. Yang termasuk bisa merusak ini biasanya datang dari lingkungan maupun pola hidup yang tidak sehat.

Maka, penggabungan olahraga dan suplemen vitamin E-antioksidan-ternyata memberikan pertahanan lebih baik dibanding terpisah dalam menghadapi beberapa penyakit yang disebabkan atau diperburuk akibat usia hal ini tercantum dalam Biological Research for Nursing edisi Juli.

Peneliti menguji kedua metode anti penuaan ini pada 59 pria dan wanita berumur antara 60 dan 70 yang tidak tidak melakukan olah raga secara teratur. Setengah dari mereka meneruskan cara duduk-duduk mereka sementara setengah yang lain mulai olah raga selama 60 menit, dua kali seminggu. Kedua group kemudian dibagi sehingga setengah melakukan olah raga dan sisanya menerima baik 800 IU suplemen vitamin E atau placebo.

Baik mereka yang olah raga atau tidak dan mereka yang mengonsumsi pil vitamin E memiliki penurunan sama dalam zat berbahaya yang dikenal sebagai radikal bebas, molekul tidak stabil yang merusak sel dan diyakini berperan tumbuhnya 200 penyakit berbeda, banyak di antaranya berkaitan dengan usia.

Tetapi bukan berarti olah raga tidak perlu. Olah raga memberikan perlindungan tersendiri yaitu meningkatkan zat antioksidan yang dapat menyerang radikal bebas tersebut. Olah raga juga mengurangi faktor risiko obesitas, hipertensi dan diabetes yang memperburuk kerusakan sel akibat radikal bebas.

Selain itu dalam American Journal of Epidemiology 1999 ditunjukan bahwa vitamin E memberikan keuntungan lebih untuk memperbaiki fungsi paru-paru pada mereka yang berolah raga ketika kualitas udara buruk. (idionline)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: